PEMERINTAHAN DESA TANJUNGJAYA: Informasi

PEMERINTAHAN DESA TANJUNGJAYA

Menuju Desa Tanjungjaya Sejahtera, Maju Beriman dan Bertaqwa. Pemerintahan Desa Tanjunjaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis

Desa Tanjungjaya

  • Sejahtera
  • Bermartabat
  • Beriman
  • Bertaqwa

Hot

Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2020

Buku Saku Tangguh Covid-19

12.46 0
Download Buku Saku Desa Tangguh Covid-19 dari UGM (Universitas Gajah Mada)

Silahkan di download, dibaca dipahami dipraktekan ya....

Download disini: Via Google Drive

Download Buku Saku Desa Tangguh Covid-19 dari UGM Universitas Gajah Mada
Read More

Rabu, 01 April 2020

Apa Yang harus Diketahui Mengenai Corona Virus 2019

14.03 0
Apa Yang harus Diketahui

Apa itu NOVEL CORONA (corona-nCOV)?

Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).

Apa saja gejala COVID-19 ?

Gejala umum berupa demam ≥38C, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas. Jika ada orang dengan gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke Tiongkok (terutama Wuhan), atau pernah merawat/kontak dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Bagaimana cara mencegah penularan COVID-19?

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan COVID-19.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/ kekebalan tubuh meningkat.
  2. Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan (bukan dengan telapak tangan).
  4. Menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain, sekurang- kurangnya satu meter, terutama dengan orang yang sedang menderita batuk, pilek/bersin dan demam. Saat seseorang terinfeksi penyakit saluran pernafasan, seperti 2019-nCoV, batuk/bersin dapat menghasilkan droplet yang mengandung virus. Jika kita terlalu dekat, virus tersebut dapat terhirup oleh kita.
  5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  6. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah, lalu cucilah tangan Anda.
  8. Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus.
  9. Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang.
  10. Menunda perjalanan ke daerah/negara dimana virus ini ditemukan seperti Tiongkok, seiring dengan informasi adanya penghentian sementara operasional penerbangan langsung dari dan ke daratan Cina dari pemerintah, sampai ada informasi lebih lanjut.

Seberapa bahaya COVID-19 ini?

Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Beberapa orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas. Walaupun fatalitas penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti, diabetes dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

Bagaimana manusia bisa terinfeksi COVID-19?

Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Para ahli masih sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, cara penularan dan pola klinis serta perjalanan penyakit. Hasil penyelidikan sementara dari beberapa institusi di kota Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar hewan/ikan, namun belum dapat dipastikan jenis hewan penular virus ini. Hingga saat ini dilaporkan adanya penularan antar manusia yang terbatas (antar keluarga dekat dan petugas kesehatan yang merawat kasus).

Bisakah manusia terinveksi novel coronavirus dari hewan?

Saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, WHO terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya. Sangat dimungkinkan hewan dari pasar hewan hidup di Tiongkok bertanggung jawab atas terinfeksinya manusia yang dilaporkan pertama kali. Untuk itu, disarankan pada saat berkunjung ke pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan tanpa alat pelindung diri.

Hindari juga konsumsi produk hewani mentah atau setengah matang. Penanganan daging mentah, susu, atau produk hewani harus diperhatikan, untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah yang lain, lakukanlah dengan memperhatikan keamanan pangan yang baik.

Bisakah hewan peliharaan menyebarkan COVID-19?

Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus 2019-nCoV. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.

Apakah COVID-19 bias ditularkan oleh manusia?

Ya, COVID-19 dapat ditularkan dari orang ke orang, biasanya setelah kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya, di tempat kerja, di rumah tangga, atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda?

Sampai saat ini belum diketahui berapa lama 2019-nCoV bertahan di permukaan suatu benda, meskipun ada informasi awal yang menunjukkan dapat bertahan hingga beberapa jam. Namun desinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi COVID-19?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus 2019-nCoV bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Saat ini, Tiongkok merupakan negara terjangkit COVID-19 dengan sebagian besar kasus telah dilaporkan. Mereka yang terinfeksi di negara lain adalah orang-orang yang belum lama ini bepergian dari Tiongkok atau yang telah tinggal atau bekerja secara dekat dengan para wisatawan, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Manakah yang lebih rentan terinfeksi COVID-19, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi COVID-19. Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

Bagaimana membedakan COVID-19 dengan influenza biasa?

Orang yang terinfeksi 2019-nCoV dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda. Namun kesamaan gejala tersebut membuat kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah seseorang terinfeksi 2019-nCoV.

Untuk itulah WHO merekomendasikan setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas harus mencari pengobatan sejak dini, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Berapa lama waktu yang diperlukan sejak tertular /terinfeksi hingga muncul gejala COVID-19?

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 2-11 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. Berdasarkan data dari penyakit akibat coronavirus sebelumnya, seperti MERS dan SARS, masa inkubasi COVID-19 juga bisa mencapai 14 hari.

Bisakah COVID-19 terdeteksi dari orang yang tidak menunjukan gejala?

Sangat penting untuk memahami kapan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus ke orang lain untuk upaya pengendalian. Informasi medis terperinci dari orang yang terinfeksi diperlukan untuk menentukan periode infeksi COVID-19. Menurut laporan terbaru, ada kemungkinan orang yang terinfeksi COVID-19 dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan. Namun, berdasarkan data yang tersedia saat ini, sebagian besar yang menyebabkan penyebaran adalah orang-orang yang memiliki gejala.
Read More

Selasa, 20 Maret 2018

Kode-kode pada Administrasi Kependudukan

11.54 0
Kode-kode pada Administrasi Kependudukan

Kode-kode pada Administrasi Kependudukan

Kali ini kami menulis artikel tentang kode-kode pada kependudukan yang mungkin beberapa masyarakat belum mengetahui, kode-kode tersebut biasanya dipakai dalam permohonan Kartu Keluarga Baru atau Pengisian Formulir Pembuatan Akta Kelahiran, karena kesalahan kode akhirnya salah juga data pada Kartu Keluarga. Dibawah ini kami rangkum kode-kode tersebut:

Jenis Kelamin:
01 : Laki – laki
02 : Perempuan

Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir:
1 : Tidak Ada
2 : Ada

Golongan Darah :
1 : A
2 : B
3 : AB
4 : O
5 : A+
6 : A-
7 : B+
8 : B-
9 : AB+
10 : AB-
11 : O+
12 : o-
13 : Tidak Tahu

Agama :
1 : Islam
2 : Kristen
3 : Katholik
4 : Hindu
5 : Budha
6 : Khonghucu
7 : Lainnya

Status Perkawinan :
1 : Belum Kawin
2 : Kawin
3 : Cerai Hidup
4 : Cerai Mati

Akta Perkawinan/Buku Nikah:
1 : Tidak Ada
2 : Ada

Akta Perceraian/Surat Cerai:
1 : Tidak Ada
2 : Ada

Status Hubungan Dalam Keluarga :
1 : Kepala Keluarga
2 : Suami
3 : Istri
4 : Anak
5 : Menantu
6 : Cucu
7 : Orangtua
8 : Mertua
9 : Famili Lain
10 : Pembantu
11 : Lainnya

Kelainan Fisik dan Mental :
1 : Tidak Ada
2 : Ada

Penyandang Cacat :
1 : Cacat Fisik
2 : Cacat Netra/Buta
3 : Cacat Rungu/Wicara
4 : Cacat Mental/Jiwa
5 : Cacat Fisik dan Mental
6 : Cacat Lainnya

Pendidikan Terakhir :
1 : Tidak / Belum Sekolah
2 : Belum Tamat SD / Sederajat
3 : Tamat SD / Sederajat
4 : SLTP / Sederajat
5 : SLTA / Sederajat
6 : Diploma I / II
7 : Akademi / Diploma III / Sarjana Muda
8 : Diploma IV / Strata I
9 : Strata II
10 : Strata III

Pekerjaan :
1 : Belum / Tidak Bekerja
2 : Mengurus Rumah Tangga
3 : Pelajar / Mahasiswa
4 : Pensiunan
5 : Pegawai Negeri Sipil (PNS)
6 : Tentara Nasional Indonesia (TNI)
7 : Kepolisian RI (POLRI)
8 : Perdagangan
9 : Petani / Pekebun
10 : Peternak
11 : Nelayan/Perikanan
12 : Industri
13 : Konstruksi
14 : Transportasi
15 : Karyawan Swasta
16 : Karyawan BUMN
17 : Karyawan BUMD
18 : Karyawan Honorer
19 : Buruh Harian Lepas
20 : Buruh Tani / Perkebunan
21 : Buruh Nelayan/Perikanan
22 : Buruh Peternakan
23 : Pembantu Rumah Tangga
24 : Tukang Cukur
25 : Tukang Listrik
26 : Tukang Batu
27 : Tukang Kayu
28 : Tukang Sol Sepatu
29 : Tukang Las/Pandai Besi
30 : Tukang Jahit
31 : Tukang Gigi
32 : Penata Rias
33 : Penata Busana
34 : Mekanik
35 : Mekanik
36 : Seniman
37 : Tabib
38 : Paraji
39 : Perancang Busana
40 : Penterjemah
41 : Imam Masjid
42 : Pendeta
43 : Pator
44 : Wartawan
45 : Ustadz / Mubaligh
46 : Juru Masak
47 : Promotor Acara
48 : Anggota DPR-RI
49 : Anggota DPD
50 : Anggota BPK
51 : Presiden
52 : Wakil Presiden
53 : Anggota Mahkamah Konstitusi
54 : Anggota Kabinet Kementrian
55 : Duta Besar
56 : Gubernur
57 : Wakil Gbernur
58 : Bupati
59 : Wakil Bupati
60 : Walikota
61 : Wakil Walikota
62 : Anggota DPRP Prop.
63 : Anggota DPRP Kab.

Profesi Selain Pegawai Negeri dan Mandiri:
64 : Dosen
65 : Guru
66 : Pilot
67 : Pengacara
68 : Notaris
69 : Arsitek
70 : Akuntan
71 : Konsultan
72 : Dokter
73 : Bidan
74 : Perawat
75 : Apoteker
76 : Psikiater/Psikolog
77 : Penyiar Televisi
78 : Penyiar Radio
79 : Pelaut
80 : Peneliti
81 : Sopir
82 : Pialang
83 : Paranormal
84 : Pedagang
85 : Perangkat Desa
86 : Kepala Desa
87 : Biarawati
88 : Wiraswasta

Mudah-mudahan bermanfaat.....
Read More

Post Top Ad